Poll
Do You like this site?
Call & SMS Center

021 7023 8547


021 9330 2458

0813 1781 6883

Link
Pengunjung
Yahoo Messenger Chat

Newsletter - join

Tentang Aqiqah

Pengertian Aqiqah
Secara etimologi (bahasa) Aqiqah berarti memutus, yaitu memutus kedurhakaan terhadap kedua orang tua. Adapun secara syar’i adalah penyembelihan kambing karena bayi yang dilahirkan pada hari ketujuh dari hari kelahiran anak tersebut.


Landasan Syar’i tentang Aqiqah

  1. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya anak itu harus diaqiqahi. Maka tumpahkanlah darah baginya (dengan menyembelih domba) dan jauhkanlah penyakit dari padanya“ (H.R Bukhari dari Salman bin Amar)
  2. Rasulullah SAW bersabda: “Bagi anak laki-laki disembelihkan dua ekor kambing sepadan (yaitu sama umurnya dan serupa bentuknya) dan bagi anak perempuan disembelihkan satu ekor kambing.” (H.R Imam Ahmad dan Tirmidzi)

Status Hukum Aqiqah

Jumhur ulama berpendapat bahwa aqiqah adalah sunnah muakad bagi orang yang memiliki kelapangan rezki dan dimakruhkan untuk ditinggalkan. Dalil-dalil jumhur ulama’ tentang status hukum aqiqah ini adalah:

  1. Sabda Rasulullah SAW: “Setiap anak digadaikan dengan aqiqahnya. Disembelihkan (baginya) pada hari ketujuh (dari kelahirannya), dicukur kepalanya dan diberi nama” (H.R Tirmidzi dan Nasa’i dari Samurah)
  2. Dari Ibnu Abbas Radiyallahu ‘anhu, ia menceritakan: “Rasulullah SAW telah mengaqiqahi Hasan dan Hussein masing-masing satu ekor domba” (H.R Abu Daud, Ibnu Majah, Nasa’i dan Tirmidzi)

Jumlah hewan yang dipotong

Mayoritas ulama’ berpendapat bahwa jumlah hewan yang disembelih untuk aqiqah, jika laki-laki adalah dua ekor kambing dan perempuan adalah seekor kambing. Hal itu didasarkan pada hadits Rasulullah SAW: “Anak laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing dan perempuan diaqiqahi dengan satu kambing”. (H.R Ahmad dan Tirmidzi dari Umu Kiraz)

Namun diperbolehkan juga untuk memotong seekor kambing untuk satu anak laki-laki dengan dalil bahwa Rasulullah SAW pernah mengaqiqahi Hasan dan Hussein dengan dua ekor kambing.

 

Waktu Penyembelihan

Rasulullah SAW bersabda: “Setiap anak itu digadaikan dengan aqiqahnya, Ia disembelihkan baginya binatang pada hari ke tujuh dari kelahirannya, diberi nama pada hari itu juga dan dicukur” (H.R. Abu Daud, Ibnu Majah, An-Nasa’i dan Tirmidzi dari Samurah)

Berdasarkan pada hadits di atas sesungguhnya waktu yang paling afdhal (utama) dalam beraqiqah adalah pada hari ke tujuh. Namun diperbolehkan untuk beraqiqah pada hari ke empat belas dan ke dua puluhsatu. Didasarkan pada hadits yang diriwayatkan Imam Baihaqi: “Aqiqah disembelih pada hari ke tujuh, ke empat belas dan ke dua puluh satu”.

 

Hikmah Aqiqah

Ada beberapa hikmah dari syariatAqiqah ini, di antaranya adalah:

  1. Melakukan ihya’us sunnah (menghidupkan sunnah) di tengahtengah masyarakat yang dimanacahaya sunnah semakin meredup.
  2. Manifestasi dari rasa syukur terhadap nikmat Allah SWT yang di antaranya kelahiran seorang anak.
  3. Manifestasi dari pengorbanan yang akan mendekatkan anak kepada Allah SWT pada awal menghirup udara kehidupan.
  4. Media menampakkan rasa gembira dengan melaksanakan syariat Islam dan bertambahnya keturunan mukmin.
  5. Memperkuat tali ikatan cinta di antara anggota masyarakat.
  6. Memberikan jaminan sosial baru dengan menerapkan dasar-dasar keadilan social dan menghapus gejala kemiskinan di dalam masyarakat.